• Posted by : Naurah Deatrisya Minggu, 16 Juni 2019

    Penjelasan Lengkap Materi Tentang Pengertian Geografi, Hakikat, Ruang Lingkup, Prinsip Dan Pendekatan Geografi

    Pengertian Geografi – Kata geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geo dan graphein. Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan. Secara umum geografi berarti tulisan tentang bumi. Istilah geografi pertama kali dikenalkan oleh Eratosthenes dengan nama geographica. Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya itu disebut interaksi yang merupakan inti kajian geografi.
    Meskipun interaksi antara manusia dan lingkungannya merupakan inti kajian geografi, terdapat berbagai pendapat mengenai hakikat, konsep, dan batasan geografi, antara lain sebagai berikut.
    • Strabo (1970): Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakteristik tertentu, dan hubungan antarwilayah secara keseluruhan. Konsep itu disebut Natural Attribute of Place.
    • Preston E. James (1959): Geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena banyak bidang ilmu pengetahuan yang selalu dimulai dari keadaan permukaan bumi, kemudian beralih pada studinya masing-masing.
    • Frank Debenham (1950): la berpendapat bahwa tugas ahli geografi adalah sebagai berikut.
      1) Mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta.
      2) Menemukan hubungan antara kehidupan manusia dan lingkungan fisik.
      3) Menjelaskan interaksi antara kekuatan manusia dan alam.
    • James Fairgrive (1966): Geografi memiliki nilai edukatifyang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan di dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan ”di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
    • Prof. Bintarto (1981): Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
    • Hasil Seminar dan Lokakarya lkatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang, tahun 1988: Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
    Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai geografi, tetapi semua ahli geografi sepakat adanya elemen-elemen yang sama sebagai berikut.
    1. Geografi termasuk ilmu pengetahuan bumi (earth science) dengan objek permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia dan lingkungan tempat manusia dapat mengubah dan membangunnya.
    2. Geografi memperhatikan persebaran manusia dalam ruang dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Ahli geografi mencari cara untuk memanfaatkan ruang dan sumber daya dengan menekankan pada pengelolaan wilayah yang tepat.
    3. Dalam geografi terdapat unsur-unsur utama, antara lain jarak, interaksi, gerakan, dan persebaran.

    Perkembangan Pandangan Geografi

    Berdasarkan pengkajian dan analisis para ahli geografi, pandangan terhadap geografi mengalami perkembangan. Akan tetapi, hingga saat ini studi geografi dibedakan menjadi dua, yaitu geografi sistematik (geografi ortodoks) dan geografi terpadu (geografi terintegrasi).
    • Geografi Ortodoks
      Geografi ortodoks adalah geografi yang bidang kajiannya suatu wilayah (region) dan analisis terhadap sifat sistematiknya. Terdapat empat kajian dalam geografi ortodoks, yaitu geografi fisik, geografi manusia, geografi regional, dan geografi teknik.
    • Geografi Terintegrasi
      Geografi terintegrasi merupakan kajian geografi dengan pendekatan terpadu, yaitu integrasi elemen-elemen geografi sistematik yang terdiri dari geografi fisik dan geografi manusia dengan geografi regional yang terdiri dari geografi regional zona dan geografi regional kultur.
      Geografi terintegrasi dalam kajiannya menggunakan tiga analisis, yaitu analisis keruangan, ekologi, dan wilayah.

    Hakikat dan Ruang Lingkup Studi Geografi

    Guna menghasilkan konsep fenomena geografi diperlukan analisis fenomena manusia, fenomena alam, serta persebaran dan interaksinya dalam ruang. Adapun untuk menunjukkan dan menjelaskan fenomena tersebut di permukaan bumi diawali dengan mengajukan enam pertanyaan pokok, yaitu what, where, when, why, who, dan how(5W 1H). Misalnya, untuk menjelaskan kelaparan maka pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah apa yang terjadi, di mana fenomena itu terjadi, kapan fenomena itu terjadi, mengapa fenomena itu terjadi, siapa saja yang sedang mengalami, dan bagaimana isaha-usaha untuk mengatasi.
    Pokok-pokok ruang lingkup geografi menurut Rhoads Murphey (1966) dalam bukunya The Scope ~ Geography adalah sebagai berikut.
    a. Persebaran dan keterkaitan antara penduduk di permukaan bumi dan aspek-aspek keruangan, serta usaha manusia untuk memanfaatkannya.
    b. Interelasi antara manusia dan lingkungan fisik – ibagai bagian dari studi perbedaan wilayah.
    c. Kerangka wilayah dan analisis wilayah secara khusus.

    Pendekatan Geografi

    Agar dapat dibedakan dengan ilmu yang lain, geografi sebagai ilmu kebumian selalu mengkaji Hubungan timbal balik antara fenomena dan permasalahannya denganpendekatan keruanganekologi dan regional kompleks.
    a. Pendekatan keruangan
    Pendekatan keruangan dalam geografi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan keruangan terdiri atas pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan femdekatan regional. Secara teoritis pendekatan tersebut dapat dipisahkan, tetapi daiam kenyataannya saling berhubungan.
    b. Pendekatan ekologi
    Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungannya yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.
    c. Pendekatan Kompleks Wilayah
    Pendekatan kompleks wilayah menelaah gejala atau fenomena dengan menggunakan kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Di dalam pendekatan itu suatu wilayah dikaji dengan pengertian areal differentiation. Areal differentiation adalah anggapan bahwa interaksi antarwilayah akan berkembang karena adanya perbedaan. Perbedaan itu selanjutnya mengakibatkan terjadinya proses permintaan dan penawaran. Selain itu, diperhatikan pula persebarannya (analisis keruangan) dan interaksi manusia dengan lingkungannya (analisis ekologi). Pendugaan wilayah (regional forecasting) dan perancangan wilayah (regional planning) merupakan aspek penting dalam analisis kompleks wilayah. Contohnya adalah dalam perancangan wilayah permukiman transmigrasi.

    Objek Studi Geografi

    Objek studi geografi ada dua macam, yaitu objek studi material dan objek studi formal.
    Objek Studi Material Geografi
    Objek studi material geografi merupakan objek yang dipelajari dalam geografi, yaitu semua fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer, meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer.
    Objek Studi Formal Geografi
    Objek studi formal geografi adalah sudut pandang atari cara pandang dan cara berpikir mengenai objek material. Di dalam objek studi formal itu geografi melihat fenomena-fenomena yang terjadi di permukaan bumi dari sudut pandang keruangan. Menurut Heslinga (1975), terdapat tiga hal pokok untuk mempelajari objek formal dari sudut pandang keruangan, yaitu sebagai berikut.
    a. Pola persebaran fenomena di permukaan bumi.
    b. Interaksi dan integrasi antarfenomena.
    c. Perkembangan yang terjadi pada fenomena tersebut, baik dalam wilayah sendiri maupun antarwilayah.
    Diagram Hubungan Geografi

    Diagram Hubungan Geografi dengan Disiplin Ilmu yang Lain

    diagran hubungan geografi

    Prinsip Geografi

    Di dalam studi geografi, prinsip geografi merupakan dasar untuk menguraikan, mengkaji, serta mengungkapkan fenomena, variabel, faktor-faktor, dan masalah geografi. Prinsip geografi itu harus selalu dijadikan acuan untuk menganalisis berbagai fenomena dan fakta geografi yang sedang dipelajari. Secara teoretis prinsip geografi terdiri atas prinsip persebaranprinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi (keruangan).
    1. Prinsip Persebaran
    Di permukaan bumi terdapat berbagai fenomena dan fakta geografi, baik yang berkenaan dengan alam maupun mengenai manusia. Namun, persebaran fenomena dan fakta tersebut tidak merata antara satu wilayah dan wilayah lainnya.
    Guna melihat persebaran fenomena dan fakta geografi di permukaan bumi diperlukan peta. Melalui pengamatan dan penggambaran persebaran fenomena dan fakta geografi pada peta, selanjutnya dapat diungkapkan persoalan berbagai fenomena dan fakta geografi tersebut. Oleh karena itu, prinsip persebaran dalam ruang merupakan kunci studi geografi selanjutnya.
    2. Prinsip Interelasi
    Hubungan antarfenomena dan fakta geografi dapat diungkapkan dengan memperhatikan persebaran gejala dan fakta tersebut. Sebagai contoh, hubungan antara faktor fisik dan faktor fisik, antara faktor manusia dan faktor fisik, serta antarfaktor manusia. Berdasarkan hubungan antarfenomena dan fakta tersebut dapat diungkapkan karakteristik fenomena atau fakta geografi di tempat atau wilayah tertentu. Melalui metode kuantitatif, interelasi antarfenomena dan fakta dapat diukur secara matematis.
    3. Prinsip Deskripsi
    Prinsip deskripsi berguna untuk memberikan gambaran atau pemaparan lebih lengkap tentang fenomena dan masalah yang dipelajari. Prinsip deskripsi tidak hanya dapat disampaikan melalui kata-kata atau peta, tetapi juga dapat menggunakan diagram, grafik, dan tabel. Di dalam kerangka kerja geografi, prinsip deskripsi mutlak diperlukan sehingga tidak boleh ditinggalkan.
    4 Prinsip Korologi
    Prinsip korologi merupakan prinsip geografi yang Komprehensif. Prinsip korologi memadukan prinsip- prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Prinsip Korologi merupakan ciri dari geografi modern.
    Prinsip korologi pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Hettner pada tahun 1905. Korologi menurut Hettner sebagai ilmu tentang wilayah-wilayah di permukaan bumi dengan perbedaan dan relasi keruangannya.
    NO.ILMUKAJIAN
    1GeomorfologiBentuk-bentuk permukaan bumi dan penafsirannya tentang proses terbentuknya.
    2MeteorologiAtmosfer, antara lain ciri-ciri fisik dan kimianya, tekanan, suhu udara, angin, dan per-awanan.
    3KlimatologiIklim, meliputi ciri, sebab terjadi, dan pengaruhnya terhadap bentuk fisik dan kehidupan pada suatu wilayah.
    4BiogeografiPersebaran hewan dan tumbuhan di permukaan bumi serta faktor-faktor yang mempengaruhi, membatasi, dan menentukan pola persebarannya.
    5AntropogeografiPersebaran manusia di permukaan bumi dalam hubungannya dengan lingkungan geografi.
    6HidrologiAir bumi, meliputi terjadinya, sirkulasinya, distribusinya, bentuknya, serta sifat fisik dan kimia.
    7OseanografiLautan, antara lain sifat air laut, gerakan air laut, dan pasang surut air laut.
    8KartografiPeta, meliputi pembuatan, jenis, hingga pemanfaatannya.
    9DemografiKependudukan, antara lain jumlah dan pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, serta migrasi penduduk.
    10PedologiTanah, antara lain proses pembentukan dan jenis-jenisnya.
    Dinamika Planet Bumi
    Sejarah Pembentukan Bumi
    Fase-Fase dalam Pembentukan Bumi ðŸ˜€
    1. Fase Awal Mula Terjadinya Tata Surya
    2. Fase Pembentukan Bintang-Bintang
    3. Fase Supernova
    4. Fase Pendinginan Nebula
    5. Fase Pembentukan Matahari dan Cincin-Cincin Planet
    6. Fase Akresi
    7. Fase Kompresi / Pembentukan Bumi
    8. Fase Pembentukan Samudera, Makhluk Hidup, dll.
    9. Makhluk Hidup
    Skala Geologi
    1. Kuarter à Revolusi Manusia karena Banyak Manusia yang punah
    2. Tersier à Padang Rumput Menyebar Luas
    3. Kapur à Munculnya Tumbuhan Berbunga Pertama
    4. Jura à Zaman Dinosaurus
    5. Trias à Mamalia dan Tumbuhan Penghasil Biji
    6. Perm à Hewan banyak yang punah karena Perluasan Gurun
    7. Karbon à Evolusi Reptilia
    8. Devon à Evolusi Serangga dan Amfibia
    9. Silur à Ikan – Ikan mulai hidup di Sungai
    10. Ordevisium à Gurun Sahara tertutup es
    11. Kambrium à Tidak ada kehidupan di daratan
    12. PraKambrium à Mikroorganisme pertama yang menghasilkan Oksigen untuk Atmosfer
    GERAKAN BUMI ðŸ˜€ ðŸ˜€
    1. Rotasi Bumi à Gerakan perputaran bumi pada porosnya
    Durasi : 23 Jam dan 56 Menit
    Dampak :
    • Gerak Semu Harian Matahari
    • Perbedaan Siang dan Malam pada Belahan Bumi yang Berbeda
    • Perubahan Arah Angin
    • Perbedaan Waktu
    1. Revolusi Bumi à Gerakan perputaran bumi mengelilingi matahari
    Durasi : 365 Hari 6 Jam 9 Menit dan 10 Detik
    Dampak :
    • Gerak Semu Tahunan Matahari
    • Perbedaan Lamanya Waktu Siang dan Malam
    • Perbedaan / Perubahan Musim ðŸ˜€
    PROSES PEMBENTUKAN BUMI ðŸ˜€
    Proses Pembentukan Bumi terbagi 3 yaitu :
    1. Bumi Masih Homogen ( Seluruh Permukaan Bumi masih dalam keadaan yang sama )
    2. Proses Diferensiasi ( Mulai terjadi peruahan dimana material yang berat tenggelam menuju pusat bumi dan materi yang ringan naik ke permukaan bumi )
    3. Proses Zonafikasi ( Saat Bumi telah terbagi menjadi beberapa Zona, diantaranya : Inti Luar, Inti Dalam, Mantel Bumi, Kerak Bumi )
    TEORI PEMBENTUKAN BUMI
    1. Teori Kontraksi ( Descrates )
    Bumi mengerut karena proses pendinginan yang menyebabkan terbentuknya relief diatas muka bumi
    1. Teori Laurasia – Gondwana ( Eduard Zuess dan Frank B. Taylor )
    Bumi pada awalnya terdiri dari 2 benua yaitu Laurasia dan Gondwana Land
    1. Teori Continental Drift ( Alfred Wegener )
    Bumi pada awalnya memiliki 1 benua yang sangat besar yaitu Pangea dan 1 samudera yang sangat besar bernama Panthalasa. Benua Pangea kemudian terpecah menjadi Laurasia dan Gondwana Land
    1. Teori Konveksi ( Arthur Holmes dan Harry Hess )
    Di dalam bumi yang masih panas dan berpijar, terjadi arus Konveksi kearah Mid Oceanic Ridge, dimana Pada Mid Oceanic Ridge lava tersebut membeku dan menjadi lapisan baru / lapisan kulit bumi yang baru.
    1. Teori Plate Tectonic ( Tozo Wilson )
    Teori menyatakan bahwa lempengan bumi terapung diatas cairan astenosfer yang cair dan kental, sehingga menyebabkan lempengan bumi terus mengalami pergerakan karena konveksi lapisan astenosfer.
    9 Lempeng Utama di Dunia :
    • Lempeng Nazka
    • Lempeng Karibia
    • Lempeng Arab
    • Lempeng Antartika
    • Lempeng Amerika
    • Lempeng Pasifik
    • Lempeng Eurasia
    • Lempeng Hindia-Australia
    • Lempeng Afrika
    Gerakan Lempeng Tektonik dapat Dibedakan Sebagai Berikut :
    Konvergen ðŸ˜€
    Gerakan Tumbukan Lempeng Bumi, terbagi 2 yaitu :
    a.1. Zona Konvergen ( Tumbukan antara 2 Lempeng Benua )
    a.2. Zona Subduksi ( Tumbukan antara Lempengan Benua dengan Lempengan Samudera )
    Divergen 
    Gerakan Saling Menjauh antara 2 Lempengan Bumi
    Sesar Mendatar / Transform 
    Gerakan saling Bergesekan antara 2 Lempeng Tektonik
    STRUKTUR LAPISAN BUMI
    1. Crush / Kerak Bumi
    Ketebalan 10 – 50 km
    1. Mantle / Selimut Bumi
    Ketebalan 2900 km Suhu 3000 Derajat Celcius
    1. Inti Bumi
    Inti Dalam dengan Ketebalan 2500 km Suhu 4800 Derajat Celcius
    Inti Luar dengan Ketebalan 2160 km Suhu 3900 Derajat Celcius
    KELAYAKAKAN PLANET BUMI UNTUK KEHIDUPAN
    Planet Bumi layak untuk dijadikan tempat tinggal makhluk hidup karena :
    • Berotasi selama 24 Jam
    • Memiliki kemiringan sumbu 23 Derajat
    • Memiliki Atmosfer
    • Memiliki Wilayah Perairan / Sebagian Besar Wilayahnya Berupa Air
    • Memiliki Pegunungan
    • Memiliki Suhu yang Ideal

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Media Pembelajaran Online Naurah Deatrisya - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -